My
Little Happines
“Setitik
kebahagiaan yang muncul karena sedikit tingkah menggemaskan layaknya bayi yang
berusia 6 bulan, terkadang menggelitik ingatan dan membuat senyum-senyum
seharian”
Puisi
untuk Dia (Nadine Tsabina)
Sayangkuh...
Tumbuh
dan besarlah
Seiring
bertumbuhnya pengalaman dan perasaanmu
Maaf,,,
Terkadang
aku sibuk dengan yang lain
Hingga
aku lupa berbagi cerita dengan mu
Pilihlah
jalanmu,
Tugasku
Hanya membimbing dan memberi tahumu
Jalan
terbaik untuk kau tuju
Dan
kini, aku sudah lakukan itu
Sekarang,
bangkit dan berdirilah yang tegak
Dengan
kedua kakimu berjalanlah yang semangat
Sesuai
cita-citamu
Kini
kumpulan memori yang ku rangkai sejak
awal dia masuk, pertengahan semester, kenaikan kelas, hingga sekarang
dia bisa berdiri tegak di kelas IX ini membuat aku sedikit terharu dengan
dirinya. Rasanya masih hangat di ingatanku dia yang awal masuk masih sering
berucap kata-kata seperti yang dia
dengar ketika disekolah lamanya. Saat ini aku sudah tidak pernah mendengar dia
berbicara dengan kalimat yang semuanya menggunakan bahasa kasar. Yah...,
walaupun kadang dia pernah keceplosan.
Lalu kalau diingat dulu dia paling gak mau
banget untuk ikut kegiatan ini dan itu, dikit-dikit malu untuk tampil kedepan
umum. Sifatnya yang kadang merengek layaknya anak kecil menginginkan permen,
yups.... sama seperti dia yang kalau ada
masalah diem, dipendem, tiba-tiba sakit gak mau sekolah. Dia itu anak GPS aku
yang paling kecil atau bisa dibilang paling muda dari semua kakak silsilahnya.
Awal dia masuk ke pesantren itu ketika aku
membimbing beberapa silsilah yaitu Tasya yang paling tua (layaknya anak
pertama), Dhifa anak GPS yang paling stylish seperti anak nomor 2, lalu lintang
yang seumuran dengan dia.
Yah masih banyaklah cerita dia di awal kelas VII itu.
Tapi.... tidak aku banyangkan bahwa dia
akan berubah banyak sekali dari kebiasaan dirinya yang dulu dan sekarang. Tidak
hanya aku sebagai pembimbingnya yang merasa, “Masyaallah, bener yah kak dine
bisa berubah banget sifat dan attitudenya sekarang”. Dan perubahan itu dari
hari ke hari sangat aku rasakan, apalagi ketika bunda bercerita kalau bangga
sudah mulai berubah dan meninggalkan bad habbitnya ketika masih SD.
Mulai dari 4S, sering masuk sekolah awal
waktu, hampir jarang sakit, aktif dalam kegiatan,
untuk sholat sudah bisa dibangunkan dan ada tanggung jawabnya, ketika holaqoh pun
begitu lebih meningkat dibandingkan terdahulu.
Ada banyak momen yang aku tangkap mengenai
anak bontot ku yang satu ini. salah
satunya ketika dia meminta maaf kepada ku karena sudah melakukan hal
yang salah dan datang kepadaku untuk melakukan pengakuan kalau dia pernah
berbohong kepada abi dan uminya. Dimana Abi dan Uminya berpesan untuk selalu
berkata jujur. Dan dia saat itu melanggar aturan dari bundanya dengan berbohong.
Maka rasa tidak tenang yang bergejolak didalam hati pun muncul.
Lalu masih ada banyak momen yang membuat
aku bangga pada si anak GPS ku yang satu ini.
Momen ketika dia menjadi petugas upacara
dihari santri itu juga sebenarnya hasil jeripayah dan doa dia. Karena ketika
dia kelas 7 dia ikut mendaftar menjadi anggota paskib, namun keberuntungan
masih belum memihaknya. Sedih ??? iya sedih, tapi aku yakin suatu hari dia akan
masuk dan bergabung dengan tim pas kibraka. Bangga rasanya melihat dia menjadi petugas paskibra
di hari santri... Tak hanya di hari santri, ketika HUT RI dia menjadi petugas
upacara lagi.
Dan saat ini rasanya begitu cepat berlalu
tiap harinya, dan sekarang dia sudah menginjakkan kaki di kelas IX. Rasanya
baru kemarin dia masuk ke pesantren, tapi sudah 3 th lebih kakak mmbersamai
kami semua di sini.
Mungkin tak akan habis kata-kata bila menceritakan
discovering ability kakak sejak kelas
VIII... tetapi kak pesan untuk kakak dari ms. Tetap jadi pribadi yang baik,
pribadi yang bermanfaat untuk banyak orang dalam hal kebaikan. Raih cita-cita
kamu dengan penuh semangat, dan jangan pernah meninggalkan sholat sayang.
Ms Dyah sayang kakak dine... Sehat terus yah my sweety. J J J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar