Minggu, 06 Februari 2022

PERJALANANKU

 

Black and Light in my Live

Penulis “Dyah Ayu Kinanti”

***

Hidup terkadang tak ada yang baik-baik saja, semua membutuhkan perjuangan keras hingga dimana pernah mencapai titik batas ketegarannya masing-masing

 

Berawal... ketika aku merasa terpuruk karena merasa gagal setiap kali interview disuatu pekerjaan. Tak ada yang mau memberikan aku kesempatan, yah... mereka semua begitu meremehkan aku hanya karena aku tak memiliki kerabat ataupun keluarga yang bekerja di Rumah Sakit itu. Tak hanya satu, tapi beberapa tempat yang aku datangi pun begitu. Disitulah aku berfikir Keadilan seperti apa ini, ketika kamu tidak memiliki kerabat atau orang dalam sebutannya, kamu tak akan bisa di terima diInstitusi tersebut. Dan kebalikan pula jika kamu memiliki keerabat atau kenalan kamu akan denganmudah lolos dan di terima menjadi karyawan mereka.

Suatu hari aku memutuskan untuk kembali pulang kerumah kedua orangtuaku. Disitu aku bekerja keras lagi dalam belajar untuk persiapan interview kembali. Dan kedua orangtuaku selalu berdoa dan mensupport apapun yang aku lakukan asalkan itu masih baik-baik saja. Perjalanan aku dalam mencari pekerjaan tidaklah mudah, kesana kemari aku lalui. Bahkan aku pernah bekerja disuatu pustu (puskesmas pembantu) di dekat daerah ku, dan disana aku bekerja hanya selama 6 bulan saja karena ada suatu hal yang membuat aku harus keluar dari sana. Kemudian aku mulai mendapatkan pekerjaan baru di bidan praktek mandiri sebagai asisten bidan dan  disana aku hanya bekerja selama 3 bulan, karena aku mendapat panggilan interview dari rumah sakit petrokimia di Surabaya. Yang mengharuskan aku untuk segera kesana,dan aku tidak mendapatkan ijin cuti untuk seminggu, jadi mengharuskanku keluar dari pekerjaan itu.

Berangkat aku keesokan harinya menuju surabaya namun perjalanan Lampung-Surabaya membutuhkan waktu sehari semalam di tempuh dengan bus, tetapi di perjalanan banyak sekali halangan yang membuat saya semakin lama sampai ke surabaya tidak tepat seperti perkiraan saya. Alhasil saya terlambat mengikuti tes interview dan saya dinyatakan gagal dalam testersebut. Itu adalah pukulan hebat yang menimpaku, membuat aku sangat frustasi dan menyalahkan keadaan disekitarku. Ayahku menyuruh aku untuk berlibur disurabaya sambil menenangkan fikiran dan sebulan kemudian saya kembali ke rumah untuk mempersiapkan petualangan lagi dikota yang berbeda. Dan saya mendapat restu dari ayah ibuku untuk merantau ke kota Jakarta, kota metropolitan yang katanya disana banyak sekali oorang-orang yang dari desa mengadu nasib disana. Jujur aku awalnya takut karena banyak sekali berita yang menayangkan kejahatan di kota itu. Tetapi itu tak menyurutkan keinginanku, kemudian besoknya aku berangkat sendirian kekota itu menuju stasiun pasar senen, dan ternyata sudah ada  yang menunggu kedatangan aku yaitu tante dan om, adik dari mami tercinta.

Mungkin lewat perantara tante aku akhirnya bisa bertemu dengan Jagat’Arsy.

Mungkin kalian berfikir apa sih jagat’arsy itu ???

Aku juga awalya bertanya-tanya ada apa sih dengan jagat arsy itu?

Ternyata Jagat’Arsy itu adalah nama sebuah tempat pesantren modern di daerah BSD, lebih tepatnya itu di Nusa Loka. Ternyata didalam komplek perumahan berdiri sebuah pesantren modern yang sangat  diperlukan sekali untuk di lingkungan sibuk nan padat kawasan industri. Masih sangat kuingat jelas pertama kali aku memasuki gerbang kayu yang terbentang panjang di depan hatiku tiba tiba menderu dengan cepat. Bismillahirrahmanirrahim adalah kata yang terucap keluar dari mulut ku. Sambil membawa map yang berisi surat lamaran, aku meyakinkan diri untuk tetap stay cool memasuki ruangan office dan bertemu dengan bagian administasi, lalu di panggilnya HRD dan mulailah aku diinterview dengan 2 orang sekaligus lalu tak lama ada seorang wanita yang sangat dihormati dan dipanggil dengan sebutan ambu jagat itu juga ikut memberikan pertanyaan keopada ku mengenai kesehatan dan obat-obatan.

Hufft... lega rasanya selesai interview dan besoknya saya sudah boleh mulai bekerja.

Keesokan harinya aku memulai pengalamanku pertama kali menjadi seorang Nurse di pesantren. Ternyata itu tak mudah, terkadang anak-anak sakit ketika jam off ku berlangsung atau tengah malam ketika aku ingin beristirahat tetapi masih harus mengobati penyakit mereka. Bulan pertama banyak sekali yang aku pelajari dipesantren ini, yang awalnya sering telat sholatnya disini di wajibkan untuk awal waktu dalam beribadah. Tidak hanya itu aku juga belajar mengenai dzikirnya yang benar jika dilakukan dengan yakin dan ketenangan itu akan membuat hati ini tenang dan lembut. Dan ternyata sholat sunnah yang awalnya hanya tahu sholat tahajud dan dhuha,aku mengetahui beberapa sholat sunnah lainnya.

Bersyukurlah aku dapat mengenal jagat’arsy, yang namanya kehidupan adakalanya lika liku. Abah dan Ambulah yang menjadi penyemangat aku disini. Kebaikan abah dan ambu tak akan bisa terbalas dengan apapun. Jika bukan karena petuah petuah dari abah jagat yang selalu mengajarkanku untuk bersabar, lebih memperbanyak berdzikir dan tetap memaafkan kesalahan orang yang membenci kita, mungkin saya tidak bisa bertahan hingga sejauh ini di pesantren jagat’arsy. Juga ambu yang selalu memberikan support dan perhatian lebih kepada seluruh coach yang ada disini. Kekeluargaan yang terasa di pesantren ini membuat aku sangat nyaman, karena semuanya saling membantu satu sama lain. Banyak hal yang dapat dipelajari disini mulai dari bahasa, amaliah, cara mendidik anak – anak, mengatur emosi dalam berkata-kata, cara memahami perilaku anak, dan belajar mengenai toriqoh. Menjadi nurse dipesantren ini memang harus membutuhkan banyak kesabaran dalam menghadapi anak-anak. Karena memenag tidak mudah, namun dengan semakin aku mendekatkan diri kepada ALLAH SWT dan sabar aku masih bekerja di tempat ini dengan tanggungjawab menjga kesehatan para santriku. Disini membuat aku lebih kuat dalam mengahadapi masalah dan membuat hidupku seakan lebih terang daripada sebelum  aku lebih mengenal toriqoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar